Kamis, 24 Februari 2011

Ratu dan Pengembala Domba di Negeri Pelangi.

Di zaman dahulu kala ada sebuah negeri yang sejuk,indah dan mempesona pemandangan alamnya, Negeri Pelangi namanya. Negeri pelangi ini tidak berpenghuni tapi negeri pelangi ini selalu ramai di setiap pagi hingga sore hari. Banyak bocah-bocah kecil dari negeri bulan dan matahari yang  bermain dan bercanda untuk habiskan waktu dan mengenal satu dengan yang lainnya. Arcobaleno/negeri pelangi itu mempunyai 8 air terjun dengan airnya yang biru dan jernih serta taman bunga yang indah dengan penuh kupu-kupu cantik tersebar di dalamnya.
Tapi bocah-bocah kecil itu tidak pernah tahu bagaimana keindahan Arcobaleno disaat malam hari. Arcobaleno tidak hanya menjadi taman bunga yang indah,akan tetapi Arcobaleno juga taman bintang jatuh yang sangat mempesona. Arcobaleno yang indah.
Suatu hari,Negeri bulan memancarkan sinar yang aneh dan tak seindah seperti biasanya. Nampak dari Arcobaleno sinar Negeri bulan itu pucat dan terlihat sedih. Kupu-kupu dari taman bunga Arcobaleno bertanya-tanya. "Ada apa dengan Sinar mu negeri yang cantik" ratu kupu-kupu itu bertanya. Sinar itu bersinar jelek sekali hingga pagi menjelang. Dan saat waktu anak-anak bermain di pagi hari,bocah-bocah kecil dari Negeri Bulan tak banyak yang datang. Salah seorang anak dari Negeri Matahari bertanya kepada anak dari negeri bulan.
Anak Negeri Matahari : "wahai sahabat ku,kenapa kalian tidak datang bermain di Arcobaleno bersama-sama seperti kemarin?"
Anak Negeri Bulan : "Puteri Negeri Bulan kami lagi sedih dan teman-teman kami banyak yang di perintahkan oleh Sang Raja untuk menemani Puteri Negeri Bulan di kerajaan".
Anak Negeri Matahari : "kenapa tidak kalian ajak bergabung dengan kita disini saja Puteri kalian itu untuk bermain di Arcobaleno sini?"
Anak Negeri Bulan : "kami takut untuk mengajak puteri kami kesini,karena Raja kami tidak akan mengizinkan puteri kami keluar dari istana kerajaan" 
Anak Negeri Matahari : "ya sudahlah,kita nikmati hari ini"
Anak Negeri Bulan : "iya ayo,tapi kami tidak bisa berlama-lama disini,karena kami harus menceritakan tentang kenidahan Arcobaleno kepada Puteri kami"
Anak Negeri Matahari : "tidak masalah... hahahaha"
(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar